Poligami dalam Islam
Poligami.
(Catatan ini ditulis oleh seorang perempuan Islam dan belum Menikah)
Berdasarkan Om Wiki, saya mendapatkan sebuah definisi dari Poligami.
Definisi Poligami
Poligami adalah sistem perkawinan yang salah satu pihak memiliki atau mengawini beberapa lawan jenisnya dalam waktu yang bersamaan.
Sebelumnya, kita semua tentu setuju dengan definisi diatas. Inti dari definisi tersebut adalah seorang laki-laki yang menikah atau memiliki istri lebih dari satu. Lantas bagaimana hukumnya dalam agama Islam ??
Saya sempat browsing di salah satu website media ternama, hasil wawancara dengan salah satu artis papan atas. Ucapnya, poligami memang ada di dalam Islam, dan kita sebagai umatnya tidak boleh menyangkal dengan adanya hukum tersebut.
Penjelasan selanjutnya berbunyi bahwa, jika istri tidak sanggup untuk melakukan poligami ya tidak masalah. Tetapi kita sebagai muslim dan muslimah tidak boleh menyangkal atau menolak hal tersebut.
Beberapa waktu belakangan, banyak sekali ustadz-ustadz kondang negeri ini yang melakukan aksi poligami. Tidak tahu alasan jelasnya seperti apa, yang jelas alasannya bukan karena istri-istri mereka tidak bisa memiliki keturunan. Lalu, dapat kita perhatikan pula bahwa istri-istri para ustadz ini pasti lebih cantik daripada istri pertamanya. Lalu mengapa ?
Ah, saya ingin membagi sedikit cerita yang saya percayai kebenarannya dan bisa saya terima dengan akal saya yang tidak seberapa ini.
Tuntunan berpoligami.
Kita semua tahu bahwa Nabi Muhammad S.A.W. memiliki empat orang istri. Dalam Al-qur'an pun sering disebut-sebut mengenai ketentuan berpoligami ini. Tetapi, mari kita berpikir sejenak.
Pada zaman Rasulullah, sering terjadi perang yang mengakibatkan gugurnya para kesatria Islam saat itu. Gugurnya prajurit-prajurit pembela agama ini tentu meninggalkan istri dan beberapa orang anak. Rasulullah terpaksa menikah lagi dengan perempuan lain bukan karena keinginan beliau. Melainkan karena wasiat dari teman seperjuangannya di medan perang. Rasulullah adalah makhluk dengan hati yang mulia. Lalu, apakah Rasul akan menolak permintaan sahabatnya itu? Tentu saja tidak.
Dilain pihak, Rasulullah tidak pula "sengaja" mencari wanita untuk di peristri. Melainkan, wanita-wanita itu yang memang datang kepada Rasulullah untuk melamar Rasulullah. Kenapa? Karena perempuan-perempuan itu jatuh cinta kepada ke-taat-an Rasulullah kepada Allah S.W.T. Astaga, Tuhan pun jatuh cinta kepada Rasul kita itu. Lalu, alasan apa yang membuat para perempuan dan ayah-ayah mereka tidak mencintai Rasul dengan cara yang sama ?
Disamping itu, Rasulullah baru menikah lagi setelah usia pernikahannya mencapai 20 tahun dengan istri pertamanya yaitu Khadijah.
Lalu, pernikahannya dengan Aisyah r.a. ?
Bukankah Rasulullah menikah dengan Aisyah bahkan saat Aisyah belum baligh ?
Pada saat itu, Rasulullah sangat sedih sekali ketika Khadijah meninggalkan beliau. Para sahabat pun ikut bersedih melihat kejadian itu. Nah, untuk menghibur hati Rasulullah, maka salah satu sahabat Rasulullah menjodohkan beliau dengan anaknya sendiri. Yang kemudian kita kenal Aisyah r.a. Aisyah pun baru disentuh oleh Rasulullah setelah baligh dan cukup umur.
Betapa mulianya Rasulullah S.A.W.
Tahukah kita, bahwa Rasulullah ternyata hanya memiliki empat istri paling maksimal ?
Memang, istri Rasulullah banyak. Tetapi, beliau tidak pernah memiliki istri lebih dari empat dalam satu waktu. Dan kesemuanya terjadi berdasarkan kejadian-kejadian yang telah dijelaskan sebelumnya.
Lalu, apakah kita ini sebagai manusia biasa sudah berani menyamakan diri baik secara ilmu maupun perilaku dengan Rasulullah ? Sehingga dengan lantang kita memilih jalan untuk menikah lagi. Kemudian menuntut sang istri untuk menyetujui pilihan kita dengan iming-iming agama ?
Apakah perempuan itu sudah tidak ada harganya lagi? Bukankah, impian seluruh perempuan di dunia ini adalah menjadi istri dari seorang yang sangat dicintainya dan mencintainya kemudian menjadi istri satu-satunya ? Lalu, kenapa para laki-laki harus melakukan poligami ?
Hari ini, detik ini. Tidak ada lagi perempuan korban perang seperti pada zaman Rasulullah. Tidak ada lagi perempuan yang dijadikan budak. Pun perempuan yang menjanda belum tentu hidupnya menyedihkan dan perlu dikasihani.
Disamping itu, apakah kita dengan berani menyamakan kemampuan diri sebagai seorang yang pasti adil dengan memiliki lebih dari satu istri ?
Mari kita bersama-sama berpikir.
(Catatan ini ditulis oleh seorang perempuan Islam dan belum Menikah)
Berdasarkan Om Wiki, saya mendapatkan sebuah definisi dari Poligami.
Definisi Poligami
Poligami adalah sistem perkawinan yang salah satu pihak memiliki atau mengawini beberapa lawan jenisnya dalam waktu yang bersamaan.
Sebelumnya, kita semua tentu setuju dengan definisi diatas. Inti dari definisi tersebut adalah seorang laki-laki yang menikah atau memiliki istri lebih dari satu. Lantas bagaimana hukumnya dalam agama Islam ??
Saya sempat browsing di salah satu website media ternama, hasil wawancara dengan salah satu artis papan atas. Ucapnya, poligami memang ada di dalam Islam, dan kita sebagai umatnya tidak boleh menyangkal dengan adanya hukum tersebut.
Penjelasan selanjutnya berbunyi bahwa, jika istri tidak sanggup untuk melakukan poligami ya tidak masalah. Tetapi kita sebagai muslim dan muslimah tidak boleh menyangkal atau menolak hal tersebut.
Beberapa waktu belakangan, banyak sekali ustadz-ustadz kondang negeri ini yang melakukan aksi poligami. Tidak tahu alasan jelasnya seperti apa, yang jelas alasannya bukan karena istri-istri mereka tidak bisa memiliki keturunan. Lalu, dapat kita perhatikan pula bahwa istri-istri para ustadz ini pasti lebih cantik daripada istri pertamanya. Lalu mengapa ?
Ah, saya ingin membagi sedikit cerita yang saya percayai kebenarannya dan bisa saya terima dengan akal saya yang tidak seberapa ini.
Tuntunan berpoligami.
Kita semua tahu bahwa Nabi Muhammad S.A.W. memiliki empat orang istri. Dalam Al-qur'an pun sering disebut-sebut mengenai ketentuan berpoligami ini. Tetapi, mari kita berpikir sejenak.
Pada zaman Rasulullah, sering terjadi perang yang mengakibatkan gugurnya para kesatria Islam saat itu. Gugurnya prajurit-prajurit pembela agama ini tentu meninggalkan istri dan beberapa orang anak. Rasulullah terpaksa menikah lagi dengan perempuan lain bukan karena keinginan beliau. Melainkan karena wasiat dari teman seperjuangannya di medan perang. Rasulullah adalah makhluk dengan hati yang mulia. Lalu, apakah Rasul akan menolak permintaan sahabatnya itu? Tentu saja tidak.
Dilain pihak, Rasulullah tidak pula "sengaja" mencari wanita untuk di peristri. Melainkan, wanita-wanita itu yang memang datang kepada Rasulullah untuk melamar Rasulullah. Kenapa? Karena perempuan-perempuan itu jatuh cinta kepada ke-taat-an Rasulullah kepada Allah S.W.T. Astaga, Tuhan pun jatuh cinta kepada Rasul kita itu. Lalu, alasan apa yang membuat para perempuan dan ayah-ayah mereka tidak mencintai Rasul dengan cara yang sama ?
Disamping itu, Rasulullah baru menikah lagi setelah usia pernikahannya mencapai 20 tahun dengan istri pertamanya yaitu Khadijah.
Lalu, pernikahannya dengan Aisyah r.a. ?
Bukankah Rasulullah menikah dengan Aisyah bahkan saat Aisyah belum baligh ?
Pada saat itu, Rasulullah sangat sedih sekali ketika Khadijah meninggalkan beliau. Para sahabat pun ikut bersedih melihat kejadian itu. Nah, untuk menghibur hati Rasulullah, maka salah satu sahabat Rasulullah menjodohkan beliau dengan anaknya sendiri. Yang kemudian kita kenal Aisyah r.a. Aisyah pun baru disentuh oleh Rasulullah setelah baligh dan cukup umur.
Betapa mulianya Rasulullah S.A.W.
Tahukah kita, bahwa Rasulullah ternyata hanya memiliki empat istri paling maksimal ?
Memang, istri Rasulullah banyak. Tetapi, beliau tidak pernah memiliki istri lebih dari empat dalam satu waktu. Dan kesemuanya terjadi berdasarkan kejadian-kejadian yang telah dijelaskan sebelumnya.
Lalu, apakah kita ini sebagai manusia biasa sudah berani menyamakan diri baik secara ilmu maupun perilaku dengan Rasulullah ? Sehingga dengan lantang kita memilih jalan untuk menikah lagi. Kemudian menuntut sang istri untuk menyetujui pilihan kita dengan iming-iming agama ?
Apakah perempuan itu sudah tidak ada harganya lagi? Bukankah, impian seluruh perempuan di dunia ini adalah menjadi istri dari seorang yang sangat dicintainya dan mencintainya kemudian menjadi istri satu-satunya ? Lalu, kenapa para laki-laki harus melakukan poligami ?
Hari ini, detik ini. Tidak ada lagi perempuan korban perang seperti pada zaman Rasulullah. Tidak ada lagi perempuan yang dijadikan budak. Pun perempuan yang menjanda belum tentu hidupnya menyedihkan dan perlu dikasihani.
Disamping itu, apakah kita dengan berani menyamakan kemampuan diri sebagai seorang yang pasti adil dengan memiliki lebih dari satu istri ?
Mari kita bersama-sama berpikir.
Komentar
Posting Komentar