Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Bagaimana J. I. K. A . . .

Rata-rata penduduk Indonesia menikah pada umur 24-26 tahun, baik laki-laki maupun perempuan, khususnya perempuan. Banyak diantara teman-teman facebook yang telah menikah kerap kali mem- post foto-foto mereka. Dari foto prewed , foto pernikahan, bahkan foto anaknya ketika telah lahir sembilan bulan kemudian. Sejujurnya, saya tidak tahu apa maksud dan tujuan teman-teman saya yang budiman tersebut. Baiklah, kita asumsikan mereka sedang membagi kebahagiaan yang mereka dapatkan. Pertanyaan selanjutnya muncul. Benarkah menikah membawa kebahagiaan ? Bagi laki-laki mungkin iya,   jelas sekali. Setelah menikah, secara otomatis mereka memiliki orang lain yang bisa disuruh-suruh secara gratis. Bahkan mereka seperti memiliki pembantu pribadi, dari mencucikan pakaian, menyiapkan makanan, hingga mengurus segala sesuatu keperluan bagi si laki-laki. Sedangkan bagi kaum hawa ? Apakah sebahagia itu ? Tidak sedikit para ibu baru yang lelang setelah seharian mengurus keperluan rumah...

Aku adalah Wanita Jawa

Gambar
Aku adalah wanita Jawa. Namun, feodalisme Jawa semasa Kartini tidak sepenuhnya hilang. Ketika yang lebih muda harus berbicara jawa kromo kepada yang lebih tua, dan yang tua menjawab dengan bahasa jawa kasar kepada yang muda. Ketika yang muda duduk di atas kursi sedangkan yang tua lewat, maka yang muda haruslah turun dari kursi dan menunduk sampai yang tua hilang dari pandangan. Ketika yang muda harus memberi sembah kepada yang tua saat hendak berbicara. Ketika yang tua haus akan kehormatan dari yang muda. Dan, kepala ! Kepala adalah hal sakral bagi orang jawa, dan tidak ada yang boleh menyentuh kepala seorang jawa kecuali dengan se-izinnya. Hal-hal inilah yang disebut dengan feodalisme. Feodalisme yang terjadi di dalam keluargaku memang tidak separah ini, namun masih ada. Tidak kaku seperti zaman abad, pun tidak benar-benar hilang dari adatnya. Aku sebagai yang muda, harus menghormati yang tua. Duduk sama tinggi dengan yang tua sudah menjadi suatu keharusan, yang kadan...

Online Payment itu Bohong ?

Oneline payment yang sedang marak di dunia sosial media kini menjadi pertanyaan besar bagi sebagian kita yang sering kali melihat iklan-iklan online ini. Ada banyak sekali situs-situs yang menawarkan penghasilan online, dari mengisi survey hingga trading . Semua cara sudah saya lakukan demi membuktikan kebenaran dari iklan. Tetapi, hingga sekarang yang menurut saya menjanjikan adalah aplikasi Whaff di handphone android yang sering kita pakai untuk online. Nah, daripada waktu kita dihabiskan untuk kepo status mantan atau gebetan mantan. Lebih baik kita install aplikasi ini dan dollar-dollar akan mengalir ke kantung kita. Caranya mudah saja, setelah install aplikasi Whaff kita tinggal mengikuti project-project  yang ada didalamnya. Biasanya project tersebut berkisar seputar install aplikasi-aplikasi lain yang tersedia di google play . Setelah install aplikasi-aplikasi tersebut bisa kita hapus dan tidak terjadi pengurangan pada saldo Whaff kita. Berikut ini adalah cara mendaftar ...